Mengenal Gejala, Faktor Resiko dan Pengobatan Patent Ductus Arteriosus




Patent ductus arteriosus  merupakan sebuah kelainan jantung bawaan atau yang dikenal juga sebagai cacat jantung, biasanya hal ini kebanyakan dialami oleh bayi yang lahir secara prematur. Kondisi tersebut terjadi ketika ductus arteriosus ini masih tetap terbuka setelah bayi tersebut lahir ke dunia, jika seandainya dibiarkan secara terus menerus atau tidak segera mendapatkan penanganan tentunya secara otomatis hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya hipertensi, kemudian juga aritmia sampai dengan gagal jantung.

Kelainan jantung bawaan ini pada dasarnya akan berlangsung lama, sampai dengan bayi menginjak usia dewasa jika seandainya tidak segera dilakukan tindakan penanganan. Adapun diantaranya beberapa gejala terkait dengan PDA atau cacat jantung tersebut yang hendaknya Anda ketahui, yaitu:

  1. Terjadi sesak napas.
  2. Jantung akan berdetak lebih cepat.
  3. Napas menjadi tersegal-segal.
  4. Gangguan pada pertumbuhan.
  5. Nafsu makan yang turun.
  6. Mudah lelah, meskipun hanya menjalani aktivitas ringan.
  7. Mudah berkeringat ketika sedang makan ataupun menangani.

Ada beberapa faktor resiko yang bisa meningkatkan terkena gangguan kesehatan tersebut, diantaranya adalah:

  1. Perempuan, faktanya dibandingkan dengan bayi laki-laki, maka bayi perempuan jauh lebih rentan terkena masalah kesehatan tersebut.
  2. Infeksi virus rubella, khususnya adalah yang menjangkiti ibu yang sedang hamil, maka nantinya dapat menyebar ke sistem pernapasan bayi sampai dengan jantung merema.
  3. Bayi yang lahir di dataran tinggi, khususnya adalah lebih dari 3000 meter di atas permukaan laut, karena kondisi udaranya yang juga rendah.
  4. Memiliki riwayat penyakit tertentu, diantaranya adalah sindrom down, bayi yang memiliki sindrom down ini akan lebih rentan untuk terkena PDA.
  5. Bayi yang lahir prematur, setidaknya menurut catatan ada lebih dari 50 persen kasus PDA adalah terjadi pada bayi yang lahir secara prematur kurang dari 26 minggu.

Masalah yang satu ini umumnya dapat diketahui oleh dokter dengan dilakukan diagnosis, yaitu pemeriksaan dengan mengandalkan ekokardiografi, kemudian juga alat yang dikenal sebagai elektrokardiografi sampai dengan rontgent dada, sehingga nantinya dokter bisa melihat kondisi organ dalam, termasuk diantaranya adalah jantung bayi. Adapun biasanya beberapa jenis pengobatan yang dilakukan untuk pasien PDA ini, yaitu dengan pemberian obat, pemasangan alat penyumbat menggunakan kateter ataupun juga pembedahan.

PDA ini pada dasarnya memang kelainan jantung yang sangat membahayakan, karena beresiko tinggi untuk menyebabkan terjadinya komplikasi, seperti diantaranya adalah:

  1. Gagal jantung, kebanyakan diantara penderita dari PDA ini akan mengalami kondisi dimana jantung nantinya akan membesar dan juga lemah, sehingga tidak dapat digunakan untuk memompa darah sebagaimana mestinya. Hal inilah yang kemudian menyebabkan pasiennya juga akan mengalami kondisi gagal jantung.
  2. Hipertensi pulmonal, hipertensi pulmonal sendiri merupakan sebuah kondisi dimana tekanan darah tinggi terjadi pada pembuluh darah yang ada pada paru-paru. Sehingga dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada organ paru-paru dan juga jantung.
  3. Infeksi jantung, kondisi yang tidak kalah membahayakan pada penderita PDA ini adalah mereka rentan sekali terkena peradangan pada lapisan di bagian dalam jantung yaitu endokardium.

Jadi patut untuk berhati-hati, bumil atau wanita yang sedang hamil ada baiknya untuk melakukan vaksinasi, kemudian juga menjaga kandungan dengan baik seperti dengan mengonsumsi makanan yang bergizi serta cukup istirahat, sehingga nantinya kehamilan akan berlangsung sehat hingga lahir, tidak menyebabkan bayi lahir prematur bahkan juga terkena patent ductus arteriosus.